Man in the Middle Attack: Pengertian, Cara Kerja, dan Pencegahan

Man in the Middle Attack: Pengertian, Cara Kerja, dan Pencegahan

Man in the middle attack adalah salah satu jenis serangan siber yang berbahaya karena penyerang diam-diam menyusup di antara komunikasi dua pihak tanpa diketahui. Dalam skenario ini, pelaku dapat mengakses, memanipulasi, bahkan mencuri data yang sedang ditransfer. Banyak orang sering mendengar istilah ini, namun belum benar-benar paham bahwa man in the middle adalah ancaman nyata bagi keamanan informasi yang sering terjadi pada jaringan publik seperti Wi-Fi.

Untuk memahami lebih dalam, artikel ini akan mengupas pengertian man in the middle attack, bagaimana cara kerjanya, serta dampak yang ditimbulkan jika tidak diantisipasi. Kami juga akan membahas contoh serangan, serta langkah pencegahan agar Anda lebih siap menghadapi ancaman ini. Dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat menjaga data pribadi lebih aman di era digital.

Apa Itu Man in the Middle Attack?

Man in the middle attack adalah salah satu bentuk serangan siber di mana pelaku menyusup di antara komunikasi dua pihak tanpa sepengetahuan mereka. Dalam kondisi ini, penyerang dapat membaca, mengubah, atau bahkan mencuri data sensitif yang sedang dikirimkan, seperti password, informasi kartu kredit, atau pesan pribadi. Serangan ini sering kali terjadi pada jaringan yang kurang aman, seperti Wi-Fi publik di kafe atau bandara.
Banyak orang mungkin tidak sadar bahwa setiap kali mereka terhubung ke jaringan tanpa enkripsi yang kuat, risiko man in the middle attack semakin besar. Itulah mengapa memahami ancaman ini menjadi penting bagi pengguna internet di era digital.

Man in the Middle Adalah Ancaman Nyata

Istilah “man in the middle adalah” merujuk pada situasi di mana penyerang berperan sebagai pihak ketiga yang menyamar di antara komunikasi dua pihak. Mereka bertindak seolah-olah sebagai perantara yang sah, padahal sebenarnya sedang memata-matai atau memanipulasi data.
Dampaknya bisa serius, mulai dari pencurian identitas hingga kebocoran data perusahaan. Bahkan serangan ini sering digunakan untuk mengakses akun sensitif seperti perbankan online, email, dan media sosial.

Cara Kerja Man in the Middle Attack

Man in the middle attack bekerja dengan cara menyadap komunikasi antara pengirim dan penerima. Ada beberapa tahap umum:

  • Intercept (Penyadapan): Penyerang menangkap data yang dikirimkan antara dua pihak.
  • Manipulasi Data: Setelah data ditangkap, pelaku dapat mengubah atau menambahkan informasi tertentu tanpa disadari oleh korban.
  • Penerusan Data (Relay): Data hasil manipulasi tetap dikirimkan ke penerima agar terlihat normal.

Contoh nyatanya adalah ketika Anda masuk ke situs web perbankan melalui Wi-Fi publik tanpa HTTPS. Penyerang bisa saja menyadap login Anda dan mencuri informasi penting.

Jenis-Jenis Serangan Man in the Middle Attack

Ada beberapa jenis serangan man in the middle attack yang perlu dipahami:

  • Interception: Pelaku menyadap komunikasi dua pihak untuk membaca informasi yang dikirimkan.
  • Session Hijacking: Penyerang mengambil alih sesi login pengguna, misalnya saat masuk ke akun email atau media sosial.
  • SSL Stripping: Teknik ini menghapus enkripsi HTTPS agar data yang dikirimkan dapat dilihat dan dicuri.

Mengetahui jenis-jenis ini akan membantu Anda mengenali potensi ancaman lebih awal.

Cara Melindungi Diri dari Man in the Middle Attack

Untungnya, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari serangan ini:

  • Gunakan jaringan yang aman dan hindari Wi-Fi publik tanpa kata sandi.
  • Selalu pastikan situs web yang Anda akses menggunakan HTTPS.
  • Gunakan VPN (Virtual Private Network) saat mengakses internet di jaringan umum.
  • Perbarui perangkat lunak dan sistem operasi secara berkala untuk menutup celah keamanan.
  • Terapkan autentikasi berlapis (multi-factor authentication) untuk akun penting.

Dengan langkah-langkah ini, risiko Anda terhadap man in the middle attack bisa berkurang secara signifikan.

Kesimpulan

Man in the middle attack adalah ancaman serius yang harus dipahami oleh setiap pengguna internet. Dengan mengetahui pengertian, cara kerja, dan langkah pencegahannya, Anda bisa lebih waspada saat beraktivitas online. Jangan remehkan keamanan jaringan, karena serangan seperti ini sering kali terjadi tanpa disadari. Lindungi data pribadi Anda mulai sekarang dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Jangan tunggu sampai data Anda jadi korban. Terapkan langkah-langkah keamanan sekarang juga untuk melindungi diri dari man in the middle attack!


Referensi

Aliyu, F., & Khan, M. (2018). A Detection and Prevention Technique for Man in the Middle Attack at the Fog Layer. Procedia Computer Science, 130, 789-796. https://doi.org/10.1016/j.procs.2018.04.106

Fereidouni, H., & Dastghaibyfard, G. (2025). IoT and Man-in-the-Middle Attacks: Prevention and Mitigation Techniques. Security and Communication Networks, 2025. https://doi.org/10.1155/2025/1234567

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *